G. P. Kurniawan Halo saya kurniawan. Menulis merupakan kegiatan yang dapat mendorong seseorang untuk berpikir secara halus. Dalam blog ini saya akan menulis informasi mengenai topik yang saya sukai, yaitu topik agribisnis secara luas, teknologi, dan ekonomi.

Panduan Cara menanam Melon menggunakan sistem Hidroponik

Menanam tanaman menggunakan sistem hidroponik merupakan salah satu solusi bagi masyarakat di indonesia yang tidak mempunyai areal lahan pertanian aktif / produktif, karena memang fungsi dari membudidayakan tanaman menggunakan sistem hidroponik ialah memaksimalkan penggunaan lahan yang ada untuk digunakan menjadi lahan pertanian, salah satunya dengan cara menggunakan teknik Sistem Tanaman Hidroponik.

Banyak sekali jenis tanaman yang dapat di tanam menggunakan sistem hidroponik, seperti tanaman jenis sayur yaitu kangkung, selada, pakcoy dan masih banyak lagi.. Sedangkan jika tanaman jenis buah yang banyak dibudidayakan oleh penghobi hidroponik ialah, tanaman melon, timun, blewah, cabe, dan masih banyak lagi.

Dalam pemberian nutrisi setiap jenis tanaman pastinya berbeda – beda mulai dari komposisi dan takaran pemberian, tergantung dengan kebutuhan jenis tanaman yang dibudidayakan. Seperti pada tanaman melon hidroponik dimana ia mempunyai takaran nutrisi yang khusus untuk ia saja, nah kemarin saya sudah menulis artikel mengenai tahapan pemberian nutrisi melon hidroponik atau bisa langsung teman – teman baca pada link artikel dibawah ini :

Tahapan Pemberian Nutrisi Melon Hidroponik

Selanjutnya, tentang bagaimana cara menanam melon menggunakan sistem hidroponik akan saya jelaskan dibawah ini :

Langkah – Langkah Menanam Melon Hidroponik

Tahap 1 : Persiapan Media Tanam / Instalasi

Pada dasarnya membudidayakan melon menggunakan sistem hidroponik sama saja dengan teknik mebudidayakan tanaman jenis lain, hanya saja pada melon hidroponik kita perlu menyiapkan instalasi yang tidak terlalu banyak menghabiskan nutrisi. Instalasi / Sistem yang cocok untuk membudidayakan melon hidroponik ialah, Instalasi Dutch Bucket System. Mengapa saya sarankan untuk menggunakan instalasi Dutch Bucket.?

Karena menurut saya untuk membudidayakan melon menggunakan sistem hidroponik paling mudah menggunakan sistem ini, dibandingkan dengan kita membudidayakan melon menggunakan sistem irigasi tetes dimana media tanamnya menggunakan cocopeat atau kompos, ini membuat kita terlalu banyak membuang nutrisi, karena nutrisi tidak kembali ke tandon dan banyak terbuang pada media tanam, menurut saya ini lho.. dan setelah berbincang dengan sesorang yang ahli dalam menanam melon menggunakan sistem hidroponik, memang untuk memperirit nutrisi yang terbuang sia – sia lebih disarankan menggunakan sistem Dutch Bucket.

Untuk teman – teman yang belum mengetahui bagaimana sistem Dutch Bucket itu, bisa dilihat pada foto dibawah ini :

Pada dasarnya sistem Dutch Bucket ini sistem kerjanya hanya menyalurkan nutrisi dari tandon nutrisi menuju ke ember – ember tempat melon tumbuh dan selebihnya nutrisi akan dialirkan kembali menuju tandon, dengan begitu akan lebih irit dalam penggunaan nutrisi maupun air. Tetapi jika teman – teman belum mempunyai dana untuk membuat instalasi Dutch Bucket, teman – teman sementara bisa menanam melon menggunakan sistem kratky melon, dimana pada sistem ini tidak memerlukan sirkulasi air yang artinya tidak memerlukan pompa untuk mengalirkan nutrisi juga. Nah berikut ini merupakan foto untuk sistem kratky melon yang bisa anda terapkan.

Pada foto diatas, bisa dilihat dimana tanda panah menunjuk ke kanan, yang artinya untuk lebih merekomendasikan instalasi sistem kratky seperti itu. Alasannya, tanaman dalam hidupnya membutuhkan oksigen untuk melakukan proses fotosintesis dan kadar oksigen yang tinggi sangat diperlukan jika membudidayakan tanaman menggunakan sistem hidroponik khususnya sistem kratky.

Sedangkan pada foto yang sebelah kiri, dapat kita lihat jumlah air yang penuh dan tidak memberikan ruang untuk oksigen masuk (sedikit), akhirnya tanaman akan rentan mengalami penyakit yang namanya “busuk akar” dikarenakan kekurangan kadar oksigen untuk proses fotosintesis, terlebih lagi jika suhu lingkungan sedang tinggi yang nantinya akan mempengaruhi suhu pada air nutrisi jika tidak diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai maka tanaman akan rentan terkena penyakit bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Setelah teman – teman menentukan sistem apa yang akan digunakan untuk membudidayakan tanaman menggunakan teknik hidroponik, tahap selanjutnya ialah :

Tahap 2 : Persiapan Benih dan Penyemaian

Setelah teman – teman menyiapkan instalasi untuk membudidayakan melon hidroponik, langkah selanjutnya ialah menentukan jenis varietas melon yang akan teman – teman tanam. Pilih varietas melon yang memiliki brix minimal 15 atau bisa diatasnya, karena pada brix 15 rasa melon sudah cukup manis dan jika brix berada diatas 15 maka rasa melon akan lebih manis lagi, varietas yang bisa teman – teman coba ialah seperti Rock melon, golden melon dan lain – lain, perlu diingat juga pemilihan varietas perlu dilakukan untuk mengetahui apakah varietas melon yang akan kita tanam tahan terhadap virus dan penyakit. Jika sudah menentukan jenis melon apa yang akan teman – teman tanam, selanjutnya masuk ke proses penyemaian. Berikut merupakan tahap dalam penyemaian melon hidroponik

  • Langkah pertama, silahkan teman – teman siapkan benih melon yang akan disemai, lalu siapkan juga air hangat (kisaran hangat, hangat kuku). Setelah itu masukan benih melon kedalam air hangat yang telah teman – teman siapkan selama kurang lebih 15 menit. Perhatikan benih yang mengapung artinya mempunyai kualitas benih yang buruk, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk dapat melakukan perkecambahan, dan benih yang tenggelam memiliki kualitas yang baik.
  • Langkah kedua, siapkan media semai seperti rockwool yang telah dipotong seperti tahu sebagai tempat diletakannya benih melon, setelah rockwool disiapkan masukan benih melon kedalam rockwool dengan cara membuat lubang yang cukup longgar untuk benih dapat berkecambah dan biarkan beberapa hari agar benih mulai pecah dan berkecambah, jangan lupa untuk meletakan benih pada tempat yang cukup gelap saat proses pemecahan berlangsung.
  • Langkah ketiga, jika benih melon sudah mulai pecah dan berkecambah, langsung letakan benih melon dibawah sinar matahari selama kurang lebih 5 – 6 jam, dan jangan lupa untuk menyemprot rockwool dengan air untuk menjaga kelembaban benih melon.
  • Langkah keempat, lakukan proses tersebut selama kurang lebih 2 -3 minggu, hingga melon berdaun 4, atau jika ingin langsung memindahkan ke instalasi saat jumlah daun 2 tidak apa-apa, tapi sebaiknya tunggu hingga daun berjumlah 4 – 5 helai.
  • Langkah kelima, setelah benih melon mempunyai daun 4 – 5 helai, benih sudah siap untuk dipindah tanamkan pada instalasi dutch bucket.

Tahap 3 : Pindah Tanam Benih Melon ke instalasi Dutch Bucket Hidroponik

Setelah proses penyemaian selesai, dan bibit melon sudah mempunyai 4 helai daun, langkah selanjutnya ialah proses pindah tanam ke media tumbuh selanjutnya. Proses pindah tanam ini, tidak terlalu sulit karena hanya memindahkan bibit melon menuju ke instalasi dutch bucket, berikut contohnya :

Pada sistem hidroponik dutch bucket, kita tetap menggunkan gelas netpot tetapi yang berukuran 10 cm karena untuk menunjang perakaran melon yang cukup banyak, dan untuk media tanamnya menggunakan hydroton, tetapi jika didaerah teman – teman hydroton sulit untuk ditemui, teman – teman bisa membuat hydroton secara mandiri, ataupun menggunakan bekas pecahan genteng sebagai pengganti hydroton. Jika proses pindah tanam telah dilakukan maka tahap selanjunya ialah proses perawatan melon hidroponik.

Tahap 4 : Perawatan Melon Hidroponik

Pada proses perawatan melon hidroponi ini dibagi menjadi 2, yaitu perawatan pemberian nutrisi khusus melon hidroponik dan pemangkasan cabang serta pengendalian terhadap hama yang ada. Nutrisi yang digunakan pada melon hidroponik ialah nutrisi berjenis AB – MIX buah yang bisa teman – teman beli pada toko – toko hidroponik atau meracik sendiri. Lalu berikut ini merupakan tahapan dari pemberian nutrisi AB – MIX melon Hidroponik Dutch Bucket :

Tahapan Pemberian nutrisi Melon Hidroponik Dutch Bucket

  1. Saat tanaman telah memiliki 4 helai daun atau dengan umur 7 HST berikan kepekatan nutrisi sebanyak 400 – 500 PPM.
  2. Saat tanaman telah memasuki umur 8 – 14 HST, berikan kepekatan nutrisi sebanyak 750 – 800 PPM.
  3. Saat tanaman memasuki umur 15 – 21 hari, berikan kepekatan nutrisi sebanyak 1000 PPM, biasanya pada umur ini tanaman akan mulai memproduksi bunga.
  4. Kemudian pada umur 22 – 28 HST melon hidroponik diberikan kepekatan nutrisi sebanyak 1200 PPM. Dan Setelah tanaman melon berbunga, di beri nutrisi sekitar 1200 ppm.
  5. Selanjutnya pada umur 29 – 35 HST, melon hidroponik diberikan kepekatan nutrisi sebanyak 1500 PPM, biasanya pada umur ini melon sudah mulai memproduksi buah.
  6. Kemudian pada umur 36 hari sampai panen tanaman melon hidroponik diberikan kepekatan nutrisi sebanyak 2000 PPM.

Dalam pemberian nutrisi melon hidroponik jangan lupakan pH yang sesuai dengan syarat tanaman dapat menyerap nutrisi dalam air, pH yang sesuai pada tanaman hidroponik ialah 5,5 – 6,8. Jika pH teman – teman terlalu tinggi, teman – teman dapat memberikan larutan pH down secara bertahap pada air baku dahulu baru dicampur dengan pekatan nutrisi, sedangkan jika pH teman – teman terlalu rendah, dapat di berikan pH UP secara bertahap. Selain itu ppm air baku yang baik untuk digunakan dalam mencampur nutrisi ialah, dibawah 100 ppm, tetapi jika ppm air baku teman – teman rentang pada angka 200 masih bisa ditoleransi asal ppm air baku tidak melebihi 300 ppm.

Tahap Perawatan Melon (Pemangkasan cabang, Seleksi buah dan Pemangkasan Ujung cabang)

  • Tahap selanjutnya pada budidaya melon menggunakan sistem hidroponik ialah, pemangkasan cabang melon.
  • Lakukan pemangkasan cabang melon hingga ruas ke 7 – 8, setelah itu biarkan.
  • Selanjutnya jika melon telah berbungan dan teman – teman tidak menanam melon menggunakan greenhouse, tidak diperlukan penyerbukan manual karena penyerbukan sudah dilakukan oleh hewan pembantu penyerbukan, seperti lebah, kupu – kupu, semut dan lain – lain.
  • Tetapi jika teman teman menanam melon pada greenhouse dimana tidak ada hewan pembantu penyerbukan, teman – teman dapat melakukan penyerbukan dengan cara memutik bunga jantan dan diserbukan pada bunga betina, biasanya bunga jantan berada pada batang utama sedangkan bunga betina pada cabang kedua.
  • Setelah buah melon telah jadi, perlu dilakukan pemangkasan kembali, pemangkasan ujung cabang dilakukan dengan memotong cabang satu langkah diatas buah melon, seperti ini contohnya.
  • Nah jika buah dalam satu batang melon banyak yang jadi, perlu dilakukan Seleksi buah dan potong pucuk, lakukan pemilihan buah yang memiliki kualitas baik dan tidak ada cacat sedikit pun, lalu jika sudah pasti ingin membesarkan 2 buah pada satu batang melon, dan telah melalui tahapan seleksi buah.
  • langkah selanjutnya ialah pemotongan pucuk melon agar nutrisi fokus digunakan untuk memperbesar buah melon.
  • Jika diperlukan penyemprotan untuk mengusir hama dan mematikan virus yang menyerang tanaman melon, lakukan penyemprotan menggunakan pestisida dan fungsida dengan takaran / dosis rendah terlebih dahulu.
  • Terakhir, tinggal menunggu panen buah melon.

Penutup

Jadi begitu langkah – langka dalam menanam melon menggunakan sistem hidroponik dutch bucket, memang tanaman melon cukup sulit untuk dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik jika kita tidak memiliki pegetahuan dan pengalaman yang cukup. Pengalaman dapat kita miliki jika kita telah memulai, walaupun dalam prosesnya tidak selalu langsung berhasil. Sekian dari saya, semoga artikel ini bermanfaat, oiya jika teman – teman ingin mendapatkan info mengenai seputar pertanian, hidroponik, agroekoteknologi bisa subcribe di channel youtube saya hehe terimakasih.

G. P. Kurniawan Halo saya kurniawan. Menulis merupakan kegiatan yang dapat mendorong seseorang untuk berpikir secara halus. Dalam blog ini saya akan menulis informasi mengenai topik yang saya sukai, yaitu topik agribisnis secara luas, teknologi, dan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *