G. P. Kurniawan Halo saya kurniawan. Menulis merupakan kegiatan yang dapat mendorong seseorang untuk berpikir secara halus. Dalam blog ini saya akan menulis informasi mengenai topik yang saya sukai, yaitu topik agribisnis secara luas, teknologi, dan ekonomi.

Tahap perencanaan budidaya jamur tiram putih dari awal hingga akhir (panen)

blogidn

Jamur tiram merupakan jamur yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat indonesia, selain karena harga yang relatif stabil, jamur tiram putih ini sendiri mempunyai keunggulan pada kandungan gizi dan rasanya, tak ayal banyak masyarakat yang menjadikan jamur tiram putih ini sebagai usaha atau bisnisnya. Jamur yang mempunyai nama latin (Pleurotus ostreatus) ini termasuk jamur dengan kelompok (Basidiomycota), basidiomycota merupakan divisio kerajaan jamur (fungi) yang mencakup semua jenis spesies yang memproduksi spora dalam tubuh berbentuk kotak yang disebut basidium.

Mengapa disebut jamur tiram putih.? karena jamur tiram putih memiliki bentuk payungnya atau tudung seperti kulit tiram, maka dari itu pemberian nama jamur tiram diberikan kepada jamur yang satu ini. Jamur tiram putih ini dapat di temukan di alam bebas, lebih spesifiknya dapat ditemukan pada batang – batang kayu yang sudah lapuk, karena itu juga penyebutan jamur yang satu ini sering disebut dengan nama jamur kayu.

Budidaya jamur tiram putih tidak terlalu sulit, karena sejatinya kita hanya membutuhkan tempat yang di kehendaki oleh jamur tiram putih untuk tumbuh, biasanya jamur menyukai tempat yang lembab untuk tumbuh dan juga tidak terlalu banyak cahaya matahari yang masuk. Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan informasi mengenai bagaimana caranya membudidayakan jamur tiram putih bagi pemula, dari awal pembuatan tempat atau kumbung hingga panen / pasca panen. Informasi yang saya berikan ini merupakan, hasil pengalaman saya dalam membudidayakan jamur tiram putih secara bertahap. Berikuti informasi mengenai tahapan – tahapan dalam membudidayakan jamur tiram putih.

Tahap Persiapan Kumbung Jamur

Kumbung jamur tiram putih

Tahap pertama yang harus disiapkan ialah kumbung jamur. Kumbung jamur adalah bangunan tempat menyimpan bag log sebagai media tumbuhnya jamur tiram putih yang terbuat dari bilik bambu atau tembok permanen, biasanya lantai kumbung masih berupa tanah atau dilapisi karpet, bisa juga menggunakan semen. Didalam kumbung tersusun rak-rak sebagai tempat meletakan media tumbuh/log jamur tiram. Ukuran kumbung jamur ini sangat bervariasi tergantung dari luas lahan yang anda miliki dan anda ingin membuatnya.

Baca Juga : Cara membudidayakan Jamur Shiitake lengkap

Bag log atau media tumbuh jamur adalah kantong plastik transparan berisi campuran media jamur. Rak di dalam kumbung jamur disusun sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam pemeliharan dan sirkulasi udara terjaga. Umumnya jarak antara rak ± 75 cm di dalam kumbung, Jarak di dalam rak 60 cm (4 – 5 bag log), lebar rak 50 cm, tingi rak maksimal 3 m, panjang disesuaikan dengan kondisi ruangan. Menurut Susilawati dan Budi Raharjo (2010) Bag log dapat disusun secara vertikal cocok untuk daerah lebih kering. Sedangkan penyusunan secara horizontal untuk daerah dengan kelembaban tinggi. Antara rak pertama berjarak 20 cm. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kubung berupa tiang kaso/bambu, rak-rak, bilik untuk dinding dan atap berupa genteng, asbes atau rumbia. Juamlah dan tinggi rak tergantung pada tinggi ruang pemeliharaan dan jumlah baglog yang akan dipelihara

Penyiapan Media

Penyiapan media tumbuh jamur tiram putih dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan sebagai berikut :

  1. Serbuk kayu (usahakan menggunakan kayu yang keras seperti jati atau albasia)
  2. Bekatul atau dedak
  3. Tepung jagung
  4. CaCO3 Sebanyak 0,7 %
  5. Air
Pembuatan baglog (cv. damarayu)

Cara pembuatan bag log yakni langkah pertama serbuk kayu dicampurkan dengan bahan-bahan lain berupa bekatul dan tepung jagung dengan komposisi media sebesar 20:4:1. Campuran media ditambahkan dengan CaCO3 sebanyak 0,07% dari berat total campuran media. Campuran bahan ditambahkan air sampai kelembaban 60-65% (jangan sampai encer, usahakan masih terasa keset di tangan). Bahan yang telah dicampurkan dimasukkan ke dalam polibag / plastik seperti di gambar sampai penuh sekitar 1 kg/polibag.

Sterilisasi

Sterilisasi baglog (cv. damarayu)

Memasuki tahap sterilisasi baglog, baglog yang telah berisi media tumbuh jamur diletakkan di dalam keranjang dalam posisi vertikal. Keranjang dimasukkan ke dalam ruang sterilisasi. Setelah penuh pintu sterilisasi ditutup. Proses sterilisasi dilakukan selama 12 jam suhu baglog (90-95°C).

Inokulasi

Baglog yang telah disterilisasi didiamkan sampai suhunya turun sekitar 30-35°C di ruang sterilisasi. Lalu baglog dikeluarkan dari ruang sterilisasi kemudian dimasukkan ke ruang inokulasi yang telah disterilkan dengan menyemprotkan alkohol ke seluruh bagian ruangan. Sebelum memasuki ruangan semprotkan metanol pada ruangan sterilisasi dan diamkan selama kurang lebih 15 menit.

Inokulasi bibit F1 (cv. damarayu)

Pada saat akan memasukan bibit f1 kedalam bag log, untuk menjaga agar nanti tidak terjadi kontaminasi jamur lain, caranya semprotkan alkohol pada kedua telapak tangan dan sterilkan spatula diatas nyala api bunsen. lalu Pinset diletakkan pada gelas berisi alkohol. Sterilkan pinset di atas nyala api bunsen. Korek bibit jamur dengan pinset dan masukkan ke dalam baglog. Tutup baglog menggunakan penutup yang disterilkan diatas nyala api bunsen.

Inkubasi

Baglog yang telah di beri bibit f1 dipindahkan dari ruang inokulasi menuju ruang inkubasi. Kemudian Baglog diletakkan dengan posisi vertikal selama masa inkubasi berlangsung. Waktu peletakan baglog selama masa inkubasi selama 3-4 Minggu diruang inkubasi atau sampai miselium memenuhi baglog. Baglog yang telah terisi penuh oleh miselium dipindahkan ke ruang produksi atau kumbung jamur.

Pemeliharaan

Ruang produksi atau kumbung jamur dijaga agar selalu dalam kondisi lembab dengan cara memprotkan air ke arah baglog untuk menjaga kelembaban baglog secara secukupnya jangan sampai baglog terlalu basah. Penyemprotan dilakukan selama proses produksi. Semprotkan air setiap satu hari 1 kali agar baglog tetap dalam kondisi lembab. Usahakan suhu dalam ruang produksi atau kumbung jamur stabil antara 16 – 22 derajat celcius.

Panen

Proses panen jamur tiram putih dilakukan saat jamur telah tumbuh, dan sebelum sebelum jamur mekar. Indikator diameter tudung jamur tiram putih yang siap untuk dilakukan pemanaenan ialah dengan ukuran 6-8 cm. Teknik pemenenan jamur tiram putih dilakukan dengan mencabut jamur sampai ke bagian pangkalnya.

jamur yang telah tumbuh (cv. damarayu)

Jadi itulah informasi mengenai bagaimana budidaya jamur tiram putih, dalam membudidayaka jamur tiram putih ini diperlukan pemahaman dan pengalaman dalam prosesnya, karena pengalaman lah ilmu yang terbaik, yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan jamur tiram putih adalah tingkat ke-sterilan ruangan maupun diri kita saat akan mulai menaruh bibit jamur f1 kedalam baglog. Semoga informasi ini bermanfaat bagi yang ingin membudidayakan jamur, sekian artikel yang berjudul “Panduan Lengkap membudidayakan jamur tiram putih untuk pemula” terimakasih.

G. P. Kurniawan Halo saya kurniawan. Menulis merupakan kegiatan yang dapat mendorong seseorang untuk berpikir secara halus. Dalam blog ini saya akan menulis informasi mengenai topik yang saya sukai, yaitu topik agribisnis secara luas, teknologi, dan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *