(BMC) Business Model Canvas (Pengertian, contoh dan cara membuatnya)

Business Model Canvas merupakan alat pembuat model bisnis yang kini sangat popular dalam dunia keriwausahaan karena kemampuannya dalam menggambarkan elemen inti dalm sebuah bisnis dengan lebih mudah dalam satu lembar kanvas. Selain itu keunggulan BMC adalah kemudahannya untuk diubah-ubah model bisnis dengan cepat dan melihat implikasinya perubahan seuatu elemen pada elemen bisnis yang lain.

Model bisnis kanvas digambarkan melalui sembilan blok bangunan dasar yang menunjukkan logika bagaimana sebuah perusahaan bermaksud untuk menghasilkan uang. Sembilan blok ini mencakup empat bidang utama bisnis yaitu pelanggan, penawaran, infrastruktur, dan kelayakan keuangan. Kesembilan blok bangunan dasar yang digunakan untuk penggambaran model bisnis kanvas adalah:

Berikut merupakan Business model canvas Bolu ampas tebu :

Key PartnersKey ActivitiesValue PropositionCustomer Segment
Pabrik gulaPenjual Es Sari TebuGoFood/ GrabFood  Promosi Promosi dilakukan secara online (media sosial: instagram, facebook) dan offline (Pamflet, Poster, dan mulut ke mulut) ProduksiPembuatan tepung dari ampas tebuPembuatan bolu menggunakan tepung ampas tebuPenjualan Penjualan dilakukan di kedai. Pelayanan Konsumen Memberikan pelayanan dengan ramah (online dan offline) dan fast respon (online), menerima kritik dan saran dari konsumen  Menggunakan bahan baku tepung ampas tebuVarian rasa beragamHarga relatif murahNon-glutenMasyarakat berbagai usiaMasyarakat yang memiliki alergi gluten pada tepung terigu  
Customer RelationshipKey ResourcesChannelsRevenue Streams
Diskon setiap 10 kali pembelianKritik dan saran customerPelayanan melalui media sosial  Bahan baku : Ampas TebuModal Kemasan : box plastik dan paperbox  Promosi melalui media sosialPenjualan secara langsung dan onlineMengikuti bazaar/event  Penjualan ProdukSponsorship EventPromosi dan paid partnership lewat media sosial
Cost Structure
Fixed cost (Biaya sewa, peralatan)Variable cost (bahan, box)Biaya lain (sewa stand, Promosi)  

Setelah mengetahui contoh dari bmc, berikut ini merupakan komponen atau elemen yang ada di dalam bmc, komponen – komponen tersebut sudah diberikan penjelasan untuk mempermudah membuat business model canvas menurut yang kamu mau.

9 Komponen / elemen yang ada di dalam Business Model Canvas (BMC).

  • Customer Segments (segmen pelanggan) yaitu menjelaskan siapa saja target-target pelanggan. Apakah memang untuk pasar masal, pasar tertentu yang tersegmentasi, pasar yang bersifat lebih khusus, atau yang seperti apa? Segmentasi dapat ditujukan kepada lebih dari satu pelanggan. Mendeskripsikan segmen pelanggan akan menentukan apa produk dan jasa yang nantinya akan diberikan kepada pelanggan.
  • Value proposition (nilai yang ditawarkan) yaitu keseluruhan gambaran produk atau jasa yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan para customer, manfaat yang ditawarkan kepada segmen pasar yang dilayani. Nilai-nilai tambah apa saja yang bisa diberikan terkait untuk membantu pelanggan memenuhi kebutuhannya.
  • Channels (saluran) yaitu yaitu bagaimana cara agar produk, jasa, dan nilai tambah yang kita ciptakan ini disadari, dibeli, dan sampai ke tangan customer sesuai dengan apa yang kita janjikan. Channels merupakan sarana bagi organisasi untuk menyampaikan value proposition kepada customer segment yang dilayani. Channels berfungsi dalam beberapa tahapan mulai dari kesadaran pelanggan sampai ke pelayanan purna jual.
  • Revenue stream (aliran pendapatan) yaitu penjelasan tentang apa saja hal-hal yang membuat bisnis mendapatkan pemasukan dari para pelanggannya.
  • Customer Relationship (hubungan dengan pelanggan) yaitu menjaga hubungan atau menjalin ikatan dengan pelanggan agar pelanggan merasa nyaman dan dekat.
  • Key Activities (aktivitas utama) yaitu aktivitas atau proses kunci yang ada di bisnis tersebut. Merupakan kegiatan utama untuk dapat menjalankan atau menciptakan value proposition.
  • Key Resources (sumber daya utama) yaitu sumber daya kunci atau utama yang diperlukan dalam menciptakan nilai tambah bagi para pelanggan, sumber daya yang miliki yang digunakan untuk mewujudkan value proposition. Sumber daya umumnya berwujud manusia, teknologi, peralatan, channel maupun brand.
  • Key Partners (partner utama) yaitu berhubungan dengan supplier, distributor, atau partner dalam hal lain.
  • Cost structure (struktur pembiayaan) yaitu penjelasan mengenai struktur-struktur biaya yang terlibat dan dikeluarkan dalam bisnis, baik itu fixed and variable cost, maintenance cost, operational cost, dan lain sebagainya. Komposisi biaya untuk mengoperasikan organisasi mewujudkan value proposition yang diberikan kepada pelanggan. Struktur biaya yang efisien, menjadi kunci besarnya laba yang diperoleh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *