G. P. Kurniawan Halo saya kurniawan. Menulis merupakan kegiatan yang dapat mendorong seseorang untuk berpikir secara halus. Dalam blog ini saya akan menulis informasi mengenai topik yang saya sukai, yaitu topik agribisnis secara luas, teknologi, dan ekonomi.

5 tips cara merawat kelinci dengan baik agar tetap hidup sehat

Memelihara hewan kesayangan merupakan kegiatan yang mengasyikan, terlebih lagi hewan kesayangan yang kita rawat tidak terlalu membutuhkan biaya perawatan yang cukup besar. Memelihara kelinci contohnya, hewan yang banyak dijadikan peliharaan karena bentuknya yang lucu dan merawatnya pun tidak terlalu sulit. Selain itu kelinci yang baru dibeli, akan mempunyai daya adaptasi terhadap manusia yang tinggi, maka dari itu jarang sekali ada kelinci yang saat di pegang akan kabur lari ketakutan.

Lalu bagaimana caranya memelihara kelinci yang baik agar ia tetap hidup dengan sehat, bahkan jika anda ingin ia dapat beranak.? sebelum masuk kepembahasan tentang cara memelihara kelinci yang baik, alangkah baiknya kita mengetahui dulu jenis – jensi kelinci yang ada di indonesia beserta harga sepasang kelinci.

Jenis – jenis kelinci dan harganya

Di Indonesia kelinci – kelinci yang saya sebutkan ini banyak diternakan oleh peternak kelinci ataupun memang kelinci yang berasal dari luar negri, berikut akan saya berikan informasi mengenai jenis – jenis kelinci yang ada dan populer dikalangan para pecinta kelinci hias maupun untuk diternakan di indonesia.

  • Kelinci anggora
    Kelinci Angora merupakan jenis kelinci tertua yang menjadi peliharaan, kelinci anggora ini berasal dari daerah Ankara, Turki dan yang pertama kali memukan kelinci ini ialah pelaut inggris pada tahun 1723. Kemudian pada tahun 1777 kelinci anggora menyebar ke jerman, setelah itu pada tahun 1920 penyebaran kelinci anggora meluas ke negara-negara Eropa Timur, Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat dan sampai saat ini Prancis lah menjadi pusat peternakan kelinci Angora terbesar yang menghasilkan bulu wool. Untuk harga jual kelinci anggora ini sendiri di toko online, harganya berkisar Rp. 150.000 untuk yang paling rendah, sedangkan untuk harga kelinci anggora yang memiliki harga lumayan tinggi, harganya mencapai Rp. 500.000 – 800.00.
kelinci anggora
  • Kelinci LOP
    Kelinci Lop ini ada berbagai macam/jenis, antara lain english lop, holland lop, dwarf lop, american fuzzy lop, anggora/angora lop, french lop, dsb. Diantara macam-macam kelinci Lop tersebut di atas, yang relatif paling terkenal adalah English Lop (Kelinci Lop Inggris). Ciri dari jenis lop umumnya adalah bentuk kepala lebar, dan telinga yang menggantung dari pangkal kepala hingga ke samping pipi, tidak seperti kelinci lain yang pada umumnya memiliki telinga tegak.
    Pada usia dini kelinci lop belum menunjukan telinganya yang koploh, hingga usia 2- 4 bulan baru bisa terlihat perubahan pada posisi telinga. Sekilas jenis ini seperti anjing, menarik, dan sangat lucu sehingga digemari banyak orang. Jenis kelinci lop ini di indonesia dibandrol dengan harga berkisar Rp. 150.000 – 650.000 tergantung dari jenisnya.
kelinci lop
  • Kelinci Flemish Giant
    Kelinci flemish giant merupakan jenis kelinci yang pernah masuk ajang Guinness World Recodrs, sebagai kelinci terberat di dunia, tentunya dengan diberikan pakan khusus kelinci, kelinci ini beratnya hampir 22,23 kg. Walaupun jenis kelinci Flemish Giant ini pada umumnya di negara – negara eropa diambil dagingnya untuk menjadi oalahan makanan, namun di Indonesia kelinci ini cenderung sebagai kelinci peliharaan atau kelinci hias, khususnya bagi yang menyukai pada bentuk tubuhnya yang besar. Ciri-ciri umum dari kelinci flemish giant adalah mempunyai badan yang panjang (saat dewasa lebih dari 51 cm), dan besar, bertulang tebal, dan dada penuh berisi. Kepala lebar, telinga panjang dan tebal serta berdiri (saat dewasa panjang telinga lebih dari 15 cm), serta mempunya kaki yang besar, panjang dan kokoh. Harga kelinci flemish giant ini di indonesia berkisar antara Rp. 850.000.00 – 4.500.000.00 cukup tinggi bukan.
kelinci flemish giant
  • Kelinci REX
    Kelinci rex merupakan kelinciyang mempunyai ciri khas pada bulunya, ciri khas tersebut ialah bulunya yang halus dan lembut. Bulu kelinci ini sering dijadikan sebagai bahan baku pembuatan jaket ataupun aksesoris lainnya. Kelinci Rex ini ada berbagai macam/jenis tergantung dari warna bulunya, antara lain white rex, dalmatian rex (bertotol), black rex, pappilon res, ermine rex, blue rex, dsb. Beberapa peternak di Indonesia memberi nama sendiri, misalnya tricolor rex (tiga warna), dsb. Kelinci Rex yang paling terkenal adalah White Rex, yang berbulu putih mulus dan tebal.
kelinci rex
  • Kelinci Himalayan
    Kelinci himalayan namanya, atau sering disebut juga dengan nama kelinci cina atau kelinci rusia. Kelinci himalayan memiliki ciri warna tubuh puith yang diselingi dengan warna berwarna putih diselingi warna disekitar hidung, telinga, ekor, dan pada kaki setelah mereka beranjak dewasa dengan mata berwarna merah muda. Menurut beberapa sumber yan saya baca, kelinci himalayan ini merupakan kelinci yang sulit untuk dibudidayakan oleh karena itu harga dari kelinci himalayan ini pun cukup tinggi berkisar antara 1 juta – 4 juta yang paling mahal.
kelinci himalayan
  • Kelinci Lionhead
    Kelinci Lion memiliki ciri – ciri telinga yang pendek dan khas pada bulunya yang tumbuh memanjang disekitar leher dan wajah seperti seekor singa dengan tubuh yang pendek dan bulat. Saat masih kecil (sekitar umur 2 bulan), lyon mirip dengan angora. Bulu panjang merata di tubuhnya. Begitu dewasa akan semakin jelas perbedaannya. Bagian kepala dan leher bulunya panjang. Warnanya beragam antara lain putih, hitam, abu-abu, coklat kemerahan, kekuningan. Ukuran tubuh kelinci ini masuk dalam kategori kelinci kecil sampai sedang. Karena kelinci ini masih saudara dekat dengan angora, maka tiap 3 bulan sekali harus rajin mencukur bulunya yang cepat tumbuh.
Kelinci Lionhead
  • Kelinci Dutch
    Kelinci Dutch atau sering dipanggil dengan nama kelinci belanda ini memiliki ciri – ciri bulu yang pendek dan kaya warna, antara lain hitam putih, coklat, abu-abu atau perpaduan warna itu. Warna bulunya khas, melingkar seperti pelana berwarna putih dari punggung terus ke leher sampai kaki depan bagian belakang dan kepala hitam, coklat atau abu-abu, moncong dan dahi putih. Umumnya kaki depan seluruhnya putih, namun ada yang tidak demikian. Kaki belakang umumnya berwarna hitam atau warna lain dengan ujung kaki putih. Ada pula yang sekaligus memiliki 3 macam warna, sering di sebut Tricoloured Dutch atau kembang telon. Karena kaya warna dan keunikan kombinasi warna bulunya, kelinci dutch ini merupakan kelinci yang paling digemari oleh para peternak dan para pencinta hewan peliharaan.

Jadi itulah jenis – jenis kelinci yang bisa untuk anda coba pelihara dirumah, memang harga kelinci yang berada di pasaran tergolong cukup mahal dikarenakan jenis kelinci tersebut, keunikan dan tingkat kesulitan untuk membudidayakan kelinci tersebut, khsusnya untuk memperbanyak jumlah. Untuk kamu yang ingin sekedar mencoba memelihara kelinci lokalan saja sangat rekomended kok, paling kita hanya mengeluarkan biaya Rp. 100.000 sampai Rp. 200.000 untuk sepasang kelinci lokal bahkan bisa beserta kandangnya. Lalu bagaimana cara memelihara kelinci yang baik dan tetap sehat.? nah berikut ini akan saya berikan informasi bagaiamana cara memelihara kelinci yang baik dan benar tentunya tidak terlalu menguras kantong.

Cara merawat kelinci yang baik dan benar

1. Berikan makanan dan minuman yang cukup
Kelinci merupakan hewan herbivora, artinya kelinci merupakan hewan yang memakan tumbuh – tumbuhan, selain itu kelinci merupakan hewan pengerat, dimana gigi kelinci akan terus tumbuh (panjang).

Pemberian makanan yang bergizi untuk kelinci sangat diperlukan agar kelinci dapat tumbuh dengan baik. Pernah suatu ketika saat saya memelihara kelinci, kelinci yang saya pelihara saya berikan makanan daun lamtoro akibatnya banyak bulu kelinci yang rontok, pemilihan jenis makanan ini sangat penting untuk dilakukan dalam memelihara kelinci.

Berilah kelinci makanan buah – buahan yang kaya akan vitamin, seperti wortel, apel, pisang, pepaya dll, dan juga sebisa mungkin untuk memberikan tumbuh – tumbuhan seperti rumput dan hay. Anda juga bisa sesekali memberikan sayuran seperti daun sawi dll, tetapi jangan terlalu banyak dan sering karena tanaman sayur mengandung banyak gas. Sisanya anda bisa memberikan pakan pelet kelinci sebagai vitamin tambahan.

2. Buatlah lingkungan kandang keinci yang nyaman dan aman
Kandang yang nyaman bagi kelinci ialah kandang yang tidak terlalu sempit dan tidak terlalu besar, kemudian perhatikan juga untuk bagian pembuangan kotoran dan air kencing kelinci, karena jika tempat tinggal kelinci lembab akibat air kencing kelinci maka kelinci akan mudah terserang penyakit.

Untuk mengatasi hal tersebut anda bisa menjemur kandang ataupun membersihkan secara rutin kandang kelinci yang anda miliki. Selain itu kelinci akan sangat senang jika ia tinggal ditempat yang aman, jauh dari predator seperti anjing, ular dll.

3. Jika perlu memandikan kelinci, lakukan secara rutin dan lembut

Memandikan kelinci perlu dilakukan, karena bulu kelinci sangat rentan untuk dihinggapi debu, kotorannya sendiri dan lain – lain, berbeda dengan jenis hewan lainnya seperti kucing dan anjing yang mampu membersihkan badannya sendiri. Memandikan kelinci bisa anda lakukan selama 2 minggu sekali, usahakan ikuti panduan bagaimana memandikan kelinci yang baik dan benar.

4. Perhatikan kebersihan kandang
Kebersihan kandang kelinci perlu dijaga agar kelinci tidak mudah terserang penyakit, selain itu jangan taruh kandang kelinci di udara terbuka seperti di halaman rumah dll, karena akan membuat kelinci gampang sakit.

5. Jika memelihara sepasang dan ingin mencoba mengembangbiakannya, sediakan tempat untuk ia melahirkan
Untuk anda yang memang hobi memelihara kelinci dan berniat untuk mengembangbiaknnnya, cobalah untuk memelihara satu pasang kelinci (laki dan perempuan) kemudian siapkan tempat untuk kelinci membuat sarang atau bahasanya membuat lubang rong.

sumber foto : hariiniadalahhadiah.wordpress.com

Jika memelihara kelinci menggunakan media tanah, maka secara alamiah kelinci akan membuat lubang rong di tanah, untuk dijadikan tempat menaruh anak – anak kelinci nantinya. Tetapi jika anda tidak memelihara kelinci menggunakan media tanah, anda bisa menyiapkan box kayu untuk kelinci melahirkan dan menaruh anaknya di dalam box kayu tersebut.

G. P. Kurniawan Halo saya kurniawan. Menulis merupakan kegiatan yang dapat mendorong seseorang untuk berpikir secara halus. Dalam blog ini saya akan menulis informasi mengenai topik yang saya sukai, yaitu topik agribisnis secara luas, teknologi, dan ekonomi.

2 Replies to “5 tips cara merawat kelinci dengan baik agar tetap hidup sehat”

  1. Keren kak artikelnya. Mantap!

    1. hehe siap mas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *