G. P. Kurniawan Halo saya kurniawan. Menulis merupakan kegiatan yang dapat mendorong seseorang untuk berpikir secara halus. Dalam blog ini saya akan menulis informasi mengenai topik yang saya sukai, yaitu topik agribisnis secara luas, teknologi, dan ekonomi.

Cara Mudah budidaya belut sawah di kolam terpal untuk pemula

Disaat adanya pandemi seperti ini, mau tidak mau segala hal yang berkaitan dengan kegiatan dengan kerumunan orang banyak harus tetap dikurangi. Untuk mengisi kegiatan disaat pandemi seperti ini, khususnya untuk mahasiswa yang sedang pulang ke kampung halamannya masing -masing, bisa dilakukan dengan mencoba membudidayakan belut secara sederhana menggunakan kolam terpal. Membudidayakan belut menurut pengalaman saya tidak terlalu sulit, karena pada dasarnya kita hanya perlu menyediakan lokasi hidup yang mendukung si belut untuk tumbuh besar.

Media yang digunakan dalam budidaya belut ini ialah terpal, artinya kita harus memberikan lingkungan hidup yang memang sesuai dengan syarat hidup belut ini, mudah nya belut ini dapat hidup pada kondisi tanah berlumpur yang mengandung banyak bahan – bahan organik, seperti kompos yang telah jadi dan lain-lain. Maka dari itu sebelum kita membudidayakan belut menggunakan media terpal, kita harus menyiapkan lingkungan hidup belut tersebut.

Disini anda bisa menggunakan terpal berukuran berapa saja, minimal berukuran 2 x 1 m( P = 2 M X L = 1 M), karena jika ingin mencoba belajar membudidayakan belut menggunakan kolam terpal saya sarankan menggunakan terpal yang berukuran kecil dahulu, terpal ini bisa anda pesan melalui toko – toko online dan harganya berkisar antara 80 ribu – 100 ribu. Setelah terpal anda siapkan, buat kerangka yang nantiya digunakan terpal melekat, seperti ini contohnya :

Kondisional saja kerangkanya, yang terpenting terpal melekat dengan sempurna dan tidak goyang – goyang, selanjutnya isi terpal menggunakan air dan masukan potongan batang pisang / bonggol pisang beberapa potong saja, bonggol pisang ini mempunyai fungsi menyerap zat – zat kimia yang ada pada lapisan terpal baru. Biarkan kurang lebih selama 1 minggu lamanya.

Selagi menunggu terpal tersebut bersih dari bahan kimia yang melekat, sekarang kita akan mempersiapkan media hidup belut tersebut. Media hidup belut yang perlu anda persiapkan ialah :

  1. Tanah kategori lumpur / tanah liat yang setidaknya mempunyai kandungan bahan organik
  2. Bahan – bahan organik seperti bonggol pisang, dedaunan kering, batang tanaman yang tidak terlalu keras, daun kates dan lain – lain, pokoknya bahan organik apa saja bisa anda manfaatkan.
  3. EM – 4 / bioaktivator
  4. Air bersih

Setelah bahan – bahan yang saya sebutkan diatas terkumpul semua, untuk bahan – bahan organik silahkan anda cacah menjadi cacahan kecil agar nantinya mempercepat proses dekomposisi bahan – bahan tersebut. Setelah anda cacah bahan organik tersebut, masukan tanah lumpur kedalam terpal kira – kira 20 cm dan masukan juga bahan organik yang telah d cacah kedalam terpal. Lalu masukan air, kira – kira sampai tanah dan bahan organik bisa di menjadi satu, setelah itu semprotkan em 4 pada tanah lumpur yang telah terampur bahan organik, dan biarkan terjadi proses dekomposisi selama kurang lebih 1 – 2 bulan.

Jika dirasa 1 bulan saja bahan organik telah terdekomposisi secara merata, baru anda bisa memasukan benih belut kedalam terpal, perawatan yang peru dilakukan dalam membudidayakan belut menggunakan media terpal ini adalah, ketersediaan air yang cukup, bahan organik disarankan terus diberikan seperti daun – daun kates, daun pisang ataupun sampah dapur.

G. P. Kurniawan Halo saya kurniawan. Menulis merupakan kegiatan yang dapat mendorong seseorang untuk berpikir secara halus. Dalam blog ini saya akan menulis informasi mengenai topik yang saya sukai, yaitu topik agribisnis secara luas, teknologi, dan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *