G. P. Kurniawan Halo saya kurniawan. Menulis merupakan kegiatan yang dapat mendorong seseorang untuk berpikir secara halus. Dalam blog ini saya akan menulis informasi mengenai topik yang saya sukai, yaitu topik agribisnis secara luas, teknologi, dan ekonomi.

Mengetahui Istilah – istilah yang ada dalam budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik

Dalam melakukan suatu kegiatan yang kompleks, biasanya kita dihadapkan dengan istilah-istilah baru yang jarang di dengar oleh telinga kita, istilah-istilah tersebut mungkin bagi setiap orang mudah untuk di hapal, tetapi untuk sebagian orang lagi sangat susah untuk dihapal.

Membudidayakan tanaman dengan sistem hidroponik, merupakan teknik membudidayakan tanaman yang tergolong kegiatan yang kompleks, artinya setiap hal dalam sistem hidroponik mempunyai suatu istilah, seperti contoh PPM dan lain-lain. Istilah – istilah yang ada dalam budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik tersebut berfungsi untuk membantu manusia lebih mudah dalam memahami suatu kegiatan.

Nah biasanya para petani modern muda yang baru belajar atau ingin belajar tentang budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik, masih banyak yang tidak tau mengenai istilah – istilah yang ada pada budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik. Banyak sekali para petani modern muda yang pada saat memulai bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik gagal di awal, padahal gagal di awal tersebut banyak disebabkan oleh tidak tau nya istilah-istilah dalam budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, topik yang saya tulis kali ini ialah mengetahui istilah-istilah yang ada dalam budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik. Langsung saja untuk istilah – istilah tersebut :

  1. HSS : hari setelah semai. HSS jika di artikan lebih panjang lagi ialah hari tanaman setelah dilakukannya penyemaian.
  2. HST : hari setelah tanam. HST jika di artikan lebih panjang lagi ialah Perhitungan hari setelah tanaman budidaya di tanam.
  3. Netpot : Pot kecil untuk menaruh bibit tanaman budidaya
  4. Nutrisi : Kumpulan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman
  5. AB Mix :  Jenis produk nutrisi hidroponik
  6. Tandon : tempat air nutrisi menggunakan sistem hidroponik
  7. Gully : talang untuk sistem NFT
  8. Etiolasi : Tanaman yang mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan penyinaran sinar matahari.
  9. pH : Potensial hydrogen
  10. pH Up : Bahan kimia untuk menaikkan pH
  11. pH Down : Bahan kimia untuk menurunkan pH
  12. PPM : Parts per million
  13. TDS : Total disoled solid
  14. EC : Electro conductivity satuannya adalah mS/cm (mili siemens per centimeter)
  15. Sprout : Untuk mengidentifikasi benih yang sudah berkecambah (pecah)
  16. Seed : Artinya benih
  17. GH : Green House
  18. Aerator : alat untuk menambahkan kandungan oksigen terlarut di dalam suatu cairan (air)
  19. Metan : media tanam
  20. Rockwool : Media tanam yang berasal dari batuan
  21. Cocofiber : Serabut kelapa
  22. Cocopeat : Media tanam yang terbuat dari serabut kelapa yang dihaluskan
  23. Perlite : Media tanam hidroponik yang terbuat dari batuan vulkanik
  24. Sebak : Artinya Sekam Bakar, Sebak merupakan media tanam yang terbuat dari sekam padi yang di bakar.
  25. Vermiculit : Media tanam hidroponik yang terbuat dari mineral silicca
  26. Clayball : Media tanam hidroponik dari tanah liat, contohnya hidroton
  27. Modul : Panduan perangakat sistem hdiroponik
  28. DFT : Deep Flow Technique
  29. NFT : Nutrient Film Technique
  30. Wick System : Salah satu system hidroponik dengan menggunakan sumbu pada air statis
  31. Fertigasi : Merupakan sistem hidroponik dengan tipe irigasi tetes
  32. Drip system : Salah satu system dalam hidroponik, yatu sistem hidroponik tetes
  33. Dutch Bucket : pengembangan dari drip system dengan sirkulasi air nutrisi
  34. Ebb And Flow : Merupakan sistem hidroponik pasang surut
  35. Aerophonik : sistem hidroponik dengan cara pengkabutan (uap)
  36. Kutilang : kurus, tinggi dan langsing. Kutilang dapat disebabkan karena tanaman kekurangan unsur hara, sinar matahai dan oksigen
  37. DO : Dissolved Oxygen. Oksigen terlarut dalam suatu larutan (air)
  38. Evaporasi : Penguapan air yang disebabkan oleh suhu sinar matahari
  39.  Fungisida : Obat kimia untuk membasmi jamur pada tanaman hidroponik
  40. Insektisida : Merupakan obat kimia untuk membasmi insect (serangga)
  41. Pesnab : Pestisida nabati. Merupakan obat kimia yang dibuat dari bahan-bahan yang ramah lingkungan (alami)
  42. Humidty : Kelembaban. Sering ditemukan pada alat pengukuran kelembaban
  43. Inert : Artinya tidak mengandung unsur hara
  44. Larutan stok : Artinya larutan yang masih dalam bentuk pekatan A dan pekatan B
  45. Seed : Benih
  46. Semai : Menyemai benih / menanam benih
  47. ZPT : Artinya ialah Zat pengatur tumbuh pada tanaman

Jadi itulah istilah – istilah yang ada dalam sistem hidroponik, untuk anda yang sedang membudidayakan tanaman menggunakan sistem hidroponik, jangan lupa membaca istilah – istilah dalam budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik yaa.. Oke mungkin sekian dari saya jika ada istilah baru lagi nanti akan saya update artikel ini, saya ucapkan terimakasih..

G. P. Kurniawan Halo saya kurniawan. Menulis merupakan kegiatan yang dapat mendorong seseorang untuk berpikir secara halus. Dalam blog ini saya akan menulis informasi mengenai topik yang saya sukai, yaitu topik agribisnis secara luas, teknologi, dan ekonomi.

3 Replies to “Mengetahui Istilah – istilah yang ada dalam budidaya tanaman menggunakan sistem…”

  1. informasi yang bermanfaat pak

    1. Hehe iya terimakasih

  2. terimakasih feedbacknya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *